Ads 468x60px

Translate

TAKDIR HIDUP MANUSIA


Lihatlah telapak tanganmu, ada beberapa garis utama yang berhubungan dengan nasib dan takdir.

• Ada garis kehidupan

• Ada garis rezeki

• Ada pula garis jodoh

Sekarang, genggamlah tanganmu...

Di mana semua garis tadi ?

Semua garis tadi ada di dalam genggamanmu. Itulah NASIB! Apa pun keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Itulah rahasia sukses, berjuang dan berusaha dengan keras untuk menentukan nasib sendiri.

Tapi, coba lihat lagi genggamanmu itu...

Ternyata masih ada garis yang tidak ikut tergenggam oleh tanganmu. Itulah TAKDIR!

Sisa garis itulah yang ada di luar kendalimu. Di sanalah letak kekuatan TUHAN yang tidak akan mampu kita lakukan.

Itulah bagian-Nya TUHAN

Maka, genggam dan lakukan bagianmu dengan kerja keras dan dengan kesungguhan; tapi jangan lupa, Tawakkalah pada TUHAN, karena tidak semua hal mampu kita lakukan.

Selalulah berbagi kebahagiaan, berbuat yang terbaik, berdoa memohon bantuan-NYA dan selalu bersyukur pada apa yang telah diberikan-NYA.

Ingat...

Takdirmu mungkin hingga berumur 75 tahun, tetapi nasibmu bisa saja hanya hingga 50 tahun bila engkau merusak kesehatanmu dengan narkoba, minuman keras, dsb. Tetapi apa pun yang kamu lakukan untuk melewati 75 tahun akan sia-sia, sebab itulah takdir umurmu.

Takdirmu mungkin jadi orang terkaya di kotamu, tetapi nasibmu bisa saja jadi termiskin di kotamu bila engkau malas dan menyia-nyiakan hidupmu. Tetapi apa pun yang kamu lakukan untuk menjadi terkaya di luar kotamu akan sia-sia, sebab itulah takdirmu.

Takdirmu mungkin jadi S2, tetapi nasibmu bisa saja hingga sampai kelas 2 SMP bila engkau malas belajar dan suka tawuran. Tetapi apa pun yang kamu lakukan untuk meraih gelar S3 akan sia-sia, sebab itulah takdirmu.

Engkau tidak mungkin melampaui takdirmu, tetapi tercapai tidaknya hingga ke batas takdir adalah tergantung usahamu.

"Tidak ada seorang pun yang tahu batas takdirnya. Oleh karena itu, selalulah berusaha melakukan yang terbaik yang mampu kamu usahakan"


Kebahagiaan rumah tangga


Kebahagiaan rumah tangga ditentukan sejak kamu mencari jodoh. Jika kamu berhati-hati dalam menyeleksi calon pasangan hidup sehingga mendapatkan pendamping yang baik, kehidupan rumah tangga kamu akan bahagia.

Sebaliknya, jika kamu kurang berhati-hati dalam memilih jodoh, misalnya hanya melihat penampilan yang menarik atau harta yang banyak, bisa saja orang yang kamu pilih karena penampilan fisik atau uang ini tidak memiliki hati dan karakter yang baik. Menikah dengan orang seperti ini tentu saja besar kemungkinan kamu akan menghadapi banyak masalah yang akan membuat kehidupan kamu tidak bahagia.

Mendapatkan jodoh idaman memang tidak mudah. Begitu juga dengan para wanita karier yang sedemikian mapan secara finansial. Kerap kali wanita begitu sibuk mengejar karier hingga urusan jodoh menjadi agak terlupakan. Ketika umur telah merambat kian matang, barulah ia menyadari bahwa seharusnya dirinya sudah memiliki pasangan hidup, atau bahkan momongan.

Kamu mungkin termasuk salah seorang wanita karier yang kini tengah mendambakan hadirnya pasangan hidup. Pada umumnya ada sejumlah persoalan yang dihadapi wanita karier yang mapan ketika berusaha mendapatkan jodoh idaman, yang barangkali juga kamu rasakan. Persoalan tersebut, antara lain sebagai berikut.

1.      Kebanyakan laki-laki tidak percaya diri berhadapan dengan wanita yang keriernya mapan dan terlihat sangat pintar.

2.      Kekhawatiran dari para wanita karier sendiri bahwa pria yang mendekati mereka tidak tulus, tetapi hanya mengincar harta yang didapat dari hasil kerja kerasnya.

3.      Wanita yang telah mencapai karier yang mapan umumnya sudah berusia matang sehingga para pria yang sebaya kebanyakan telah berumah tangga. Jadi, alternaif yang tersedia untuk mereka adalah pria yang lebih tua atau lebih muda, yang bisa saja perbedaan usianya cukup signifikan.

4.      Kekhawatiran dari para wanita karier bahwa pernikahan akan memangkas karier mereka. Padahal, mereka sangat mencintai profesi mereka dan telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan posisinya yang mapan dalam kerier tersebut.

Mendapatkan jodoh idaman bagi para wanita karier memang tidak mudah. Namun, selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalah. Untuk menghadapi masalah yang mungkin timbul ketika mencari jodoh, para wanita karier dapat mempertimbangkan tips-tips berikut...

5.      Tunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang memberi batasan tegas antara rumah tangga dan karier. Biarkan para pria mengetahui bahwa sebagai wanita karier yang mapan, kamu tetaplah sosok bersahaja yang sangat menghormati suami sebagai imam dalam keluarga kelak. Bahwa jabatan tinggi di kantor tidak berarti kamu juga suka mendominasi untuk urusan-urusan rumah tangga dan hubungan suami istri.

6.      Percayalah bahwa akan selalu ada pria yang tulus mencintai kamu, bukan karena harta atau jabatan yang kamu sandang. Yang harus kamu lakukan adalah berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Kenali betul orang yang mendekatimu dan identifikasi motivasinya.

7.      Jika telah menemukan sosok yang cocok, bicarakan secara terbuka dengannya bagaimana kelanjutan karier kamu nanti setelah menikah. Pastikan kalian telah mendapatkan kesepatan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Perbedaan usia tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah kedewasaan masing-masing pihak dan kesamaan visi serta misi ke depan.

Pesan Seorang Ibu


“Dulu, ketika aku menikah, tidak pernah berpikir punya anak seperti apa, gimana jaganya, biayainya sekolah hingga lulus kuliah nanti… tapi kujalankan saja…

Ketika melahirkan dirinya, hampir diriku menyerah, tapi demi melihatnya lahir ke dunia ini, tumbuh besar dan menjadi anak yang berguna, aku terus berjuang, walaupun harus berkorban diri ini demi kehadiran dirinya di dunia ini…

Dia telah lahir ke dunia ini, pertama kali melihatnya, ada perasaan bergejolak di diriku, aku terharu dan bangga sekali bisa membawanya ke dunia ini, aku berjanji, apapun yang terjadi, gimanapun susahnya hidup ini, anak ini harus kubesarkan dengan kedua tanganku…



Tidak mudah untuk membesarkan dirinya, dia bandel sekali ketika kecil, suka bermain lupa waktu, berteman dengan anak-anak nakal, tidak mau makan, susah disuruh mandi, susah dibujuk tidur waktu malam hari, kadang dia marah dan bentak padaku, kadang dia mengejekku, kadang juga dia menghinaku…

Ketika besar, dia merasa diriku terlalu membatasi dirinya, ini tidak boleh, itu tidak boleh, dia juga merasa aku terlalu kolot, ketinggalan jaman, tidak mengerti apa maunya, tidak setuju terhadap setiap kelakuannya…



Kadang sakit hati sekali diriku ini, tapi ingat ketika pertama kali menggendongnya, ketika melahirkannya, semua sakit ini hilang seketika… dia adalah anakku, anak kesayanganku…

Aku telah berjanji akan membesar dirinya, apapun yang terjadi, rintangan apapun yang kuhadapi, karena dia anakku… Harapanku besar kelak dia bisa menjadi anak yang berguna… Aku cinta padamu, anakku…




kau lah, yang memberikan kekuatan pada diriku, membuatku mau bekerja keras pagi-siang-sore-malam, tidak takut akan sakit, derita.. Karena kehadiran dirimu lah membuat diriku ada artinya, bisa membesarkan dirimu dan mendengarkanmu memanggilku IBU, sungguh senang rasanya hati ini…

Aku tidak berharap banyak, hanya suatu saat, ketika dirimu sudah besar, kamu dapat menjadi anak yang baik, bisa hidup yang enak. Ibu mungkin sudah tua, tidak bisa hidup lama lagi, badanku ini sekarat, kerutan muka sudah banyak, perjalananku tidak lama lagi.




, jika kamu bekerja keras, tidak perlu sampai memberikan rumah yang bagus, uang yang banyak, semuanya itu untuk dirimu saja. Ibu hanya berharap kamu mau menyisihkan sedikit waktumu untuk menemani masa-masa tua ibu, bisa disamping ibu dan ngobrol dengan ibu, itu sudah lebih dari cukup…


Ibu Bangga denganmu, nak, mungkin tidak pernah terucap lewat kata, tapi ini ibu rasakan dari lubuk hati yang dalam… Maafkan jika selama ini ibu pernah marah denganmu, memukulimu, melarangmu ini itu, semua ini demi kebaikanmu, nak…

Ibu Cinta padamu… dari dulu, sekarang, dan selamanya…”

Renungan Malamku Islam



Betapa risaunya hati terbuai dunia, sering kali ia membuat lupa. Kesibukan tiada henti, tak berkurang setiap hari. Betapa lelah diri ini…
Malam itu setelah semua cinta tertidur, kucoba merenung tentang sebuah kehidupan yang telah dan sedang aku jalani. Tanpa rencana aku dengarkan sebuah lagu yang cukup membuatku tersentuh. Lagu itu tenang dihiasi tampilan gambar kematian. Dalam keheningan malam aku terdiam merenungkan salah satu baitnya.

Kematian, mungkin besok datang menjemput, siapa yang tahu. Cukuplah itu menjadi pengingat walau sejenak. Zikrul maut memang cara mujarab untuk sejenak melupakan hiruk pikuk kesibukan dunia. Walau bukan satu-satunya cara, namun melihat jasad tak berdaya terbalut kafan sering kali membuat hati ini tertunduk.

Sekian kali aku melihat kematian, sekian kali melewati pekuburan. Di liang lahat sang jasad sepi sendiri, gelap dalam perut bumi. Cukuplah itu menjadi pengingat, membatasi canda kesenangan dunia.

Hidup ini akan terus berlangsung hingga waktu yang ditetapkan. Di antaranya silih berganti kebaikan dan keburukan. Meluangkan waktu untuk merenung serta mengingat kematian selalu memberikan semangat baru untuk menjaga kebaikan tetap di atas keburukan. Upaya menghisab diri merenungi amal dan dosa senantiasa menumbuhkan energi untuk menjaga diri agar jauh dari keterpurukan.

Sungguh keheningan selalu menjadi saat yang tepat untuk merenung, karena ia adalah lawan dari hiruk pikuk yang melupakan dan melalaikan. Rasulullah mengajarkan manusia untuk merenung dalam keheningan ziarah kubur. Sebagaimana Kalam Allah dalam Al-Muzammil menegaskan heningnya malam sebagai saat untuk sujud mengadu dan menghisab diri.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

Syukur kepada-Mu ya Rabbi atas kesempatan merenung malam ini. Detik-detik perenungan sungguh bagaikan setetes embun yang kembali menyegarkan jiwa. Ia bagaikan penahan laju kesibukan dunia untuk sejenak menghela nafas menatap arah, untuk sejenak membuang lupa.

Harga diri seorang perempuan


Kalian tau ga, perempuan itu, ibaratkan sebotol arak.. yang botolnya di buka, harus diminum sampai habis. Bila tidak, Rasa enak nya akan hilang saat di minum kembali. Perempuan juga seperti kaca. Kaca, kalo pecah, lalu disambung lagi, bekas retaknya tetap masih kelihatan.
Harga diri perempuan itu, juga adalah harga diri perempuan lain.

Kita sebagai perempuan, haruslah pandai menjaga diri. Perempuan itu tidak sama dengan laki-laki. Bila wanita itu ternoda, akan terlihat bekasnya. Bukankah, perempuan itu seperti kaca. Misalnya, seorang perempuan tidak bisa menjaga diri. Sampai ia hilang keperawanannya. Akibatnya, ia akan hamil. Meskipun aborsi,atau pun tidak kenapa napa bekasnya masih akan kelihatan.Bukankah begitu?

Cara perempuan menjaga diri, tidak harus dengan berjilbab. Berjilbab, tapi dia tidak bisa menahan nafsu untuk agresif pada laki-laki?? Sama aja, deh..

Sekian posting saya.. Tambah pendapat, SILAHKAN..

Cara Mendidik anak Dalam Kandungan



              Memiliki anak yang cerdas dan sholeh pasti merupakan dambaan setiap orang tua. Harapan itu bukanlah suatu hal yang mustahil apabila dipersiapkan sejak dini. Bukan berarti harus menunggu punya anak terlebih dahulu untuk mempersiapkan semua itu, tetapi bisa dipersiapkan sejak anak masih didalam kandungan, ataupun bahkan sejak orang tua belum menikah pun juga sudah bisa mempersiapkan.
Siapa yang tidak bangga apabila memiliki anak yang berprestasi disekolah? Siapa yang tidak bangga apabila anak-anaknya memiliki bakat dan karya yang bermanfaat? Siapa yang tidak merasa bahagia memiliki anak-anak yang sholeh? Siapa pun itu, bagaimana pun kondisi sosial dan ekonomi seseorang, pasti menginginkan anak-anaknya pintar, sukses, dan berakhlak baik.

           Memiliki anak yang cerdas dan pintar bukanlah suatu hal yang gampang. Bagaimana memilihkan sekolah yang terbaik untuknya, menjaga makanan yang masuk ke dalam perutnya, mengontrol jam belajar dan rutinitas sehari-harinya, memberi les tambahan seperti les bahasa diluar jam sekolahnya, dll. Setiap orang tua berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan masing-masing. Namun, tahukah kita, sebenarnya pendidikan anak bisa dimulai sejak anak dalam kandungan? Tentu saja bukan seperti orang dewasa dengan mengajari membaca atau berhitung kepada si janin. Tapi bayi di dalam kandungan dapat mendengar bunyi-bunyi tertentu sambil mengalami sensasi tertentu.
Misalnya, tatkala si Ibu mengatakan 'tepuk', anak dalam kandungan mendengar bunyi 't-e-p-u- dan k', karena pada saat yang bersamaan si ibu menepuk perutnya. Kombinasi bunyi dan pengalaman ini memberi kesempatan bagi anak dalam kandungan untuk belajar memahami hubungan tentang bunyi dan sensasi pada tingkat pengenalan praverbal.
Otak adalah suatu organ yang komponen lemaknya ± 60%. Pada masa perkembangan janin dalam kandungan, otak mengambil 70% dari total energi ibu. Selama dalam kandungan sampai dengan bayi lahir untuk perkembangan otak dan saraf yang optimal dibutuhkan asam lemak esensial yang spesifik misalkan decosahexanoic Acid (DHA) yaitu asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids).Perlu diketahui bahwa perkembangan otak manusia dimulai dalam kandungan dan perkembangannya menjadi lambat setelah usia 3 tahun, jadi DHA penting pada fase ini.
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam bidang perkembangan pra lahir menunjukan bahwa selama berada dalam rahim, anak dapat belajar, merasa, dan mengetahui perbedaan antara gelap dan terang. Ketika umur kandungan telah mencapai lima bulan, maka instrumen indra anak dalam kandungan sudah potensial menerima stimulasi dan sensasi dari luar rahim, seperti indra peraba bayi sudah bisa merasakan sentuhan dan rabaan orang tuanya, indra pendengaran bayi sudah mampu mendengar, misalnya suara khas ibunya, dan indra penglihatan bayi sudah mampu melihat sinar terang dan gelap di luar rahim. Dengan latihan pendidikan pralahir berarti memberikan stimulasi sistematis bagi otak dan perkembangan saraf bayi sebelum dilahirkan. Selain itu,latihan-latihan edukatif pra lahir membantu bayi lebih efektif dan efisien dan menambah kapasitas belajar setelah ia dilahirkan.

             Para peneliti telah menemukan banyak hal, mengenai keistimewaan pendidikan pralahir ini, diantaranya adalah: peningkatan kecerdasan otak bayi, keseimbangan komunikasi lebih baik antara anak (yang telah mengikuti program pendidikan pralahir) dengan orang tuanya, anggota keluarganya dan atau dengan lingkungannya dibanding dengan teman-temannya yang tidak mengikuti program pendidikan pralahir. Dr.Craig dari University of Al-abama menunjukkan bahwa program-program stimulasi dini meningkatkan nilai tes kecerdasan dalam pelajaran utama pada semua anak yang diteliti dari masa bayi hingga usia 15 tahun. Anak-anak tersebut mencapai kecerdasan 15 hingga 30 persen lebih tinggi.
Sebenarnya, keistimewaan-keistimewaan pendidikan anak dalam kandungan (anak pralahir) merupakan hasil dari sebuah proses yang sistematis dengan merangkaikan langkah, metode dan materi yang dipakai oleh orang tuanya dalam melakukan pendidikan (stimulasi edukatif) dan orientasi serta tujuan ke mana keduanya mengarah dan mendidik. Bahkan dalam Islam, pendidikan pralahir ini hendaklah dimulai sejak awal pembuahan (proses nuthfah). Artinya, seorang yang menginginkan seorang anak yang pintar, cerdas, terampil dan berkepribadian baik (saleh/salehah), ia harus mempersiapkan perangkat utama dan pendukungnya terlebih dahulu.
Adapun persiapan yang perlu dilakukan adalah memulai dan melakukan hubungan biologis secara sah dan baik, serta berdoa kepada Allah agar perbuatannya tidak diganggu setan dan sia-sia. Selain itu,menggantungkan permohonan hanya kepada Allah semata agar dikaruniai seorang anak yang shaleh.

              Rasulullah bersabda: "Manakala seseorang di antara kalian sebelum menggauli istrinya terlebih dahulu mengucapkan 'Bismillaahi, Allohumma janibnaasy syaithoona wa jannibi syaithoona maa rozaqtanaa' (dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, hindarkanlah kami dari gangguan setan dan hindarkan pula anak yang akan Engkau anugrahkan kepada kami dari gangguan setan), kemudian dilahirkanlah dari keduanya seorang anak,niscaya selamanya setan tidak akan mengganggunya." (Muttafaqun 'Alaihi).
Subhanallah, Rasulullah sendiri yang mengatakan bahwa seorang anak yang lahir dengan awal yang baik maka selamanya tidak akan diganggu setan. Tidakkah kita terpesona dengan kalimat-kalimat di atas?

               Praktek memberikan stimulus pendidikan anak dalam kandungan telah dilakukan jauh sebelum teori dan praktek di atas dikembangkan. Konon,Nabi Zakaria telah memberikan stimulasi pendidikan pada anak pralahir yaitu anak yang dikandung oleh istrinya, sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur'an surat Maryam (19) ayat 10-11. Di dalamnya dijelaskan bahwa pelayanan stimulasi pendidikan yang dilakukan oleh Nabi Zakaria telah membuahkan hasil yang yang bagus, yakni anak yang memiliki kecerdasan tinggi dalam memahami hukum-hukum Allah. Selain itu digambarkan pula bahwa anak yang dikaruniai itu adalah sosok yang terampil dalam melaksanakan titah Allah, memiliki fisik yang kuat, sekaligus seorang anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya, sebagaimana diisyaratkan pada kelanjutan ayat 12-15 masih dalam surat yang sama. Bahkan,kemudian anak tersebut dipercaya dijadikan pewaris tunggal orang tuanya yakni tugas kenabian. Subhanallah. Ini adalah suatu praktek pendidikan anak dalam kandungan yang dilakukan secara bersama antara suami dan istri dengan kesamaan visi dan misi yaitu orientasi pendidikan yang bersumber pada motivasi untuk memurnikan keesaan Allah semata. Sebuah kondisi yang membuahkan keridhaan Allah sehingga dengan curahan rahmat-Nya keberkahan pun mengalir mengiringi laju bahtera rumah tangga tersebut.

"Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka,setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan,dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata, 'Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh,tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur'." (Al-A'raaf : 189)
"Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):"Bukankah Aku ini Tuhanmu". Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi"." (QS. Al-A'raaf: 172).
Pernyataan ini harus terus melekat dalam cita-cita hidup dan kehidupan setiap manusia, mulai sejak alam rahim (alam kandungan ibu),di dalam alam dunia, dan sampai alam akhirat.
Sebagai orang tua yang memegang prinsip ajaran Islam, sebaiknya ia dapat memformulasikan keyakinannya itu dalam kehidupan anak-anaknya kelak. Hal mendasar yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan contoh kebiasaan-kebiasaan beribadah bagi anaknya yang sedang tumbuh dan berkembang dalam kandungannya.

                  Untuk mencapai sifat-sifat kesempurnaan akhlak ini hendaklah orangtuanya memberikan contoh-contoh positif bagi anak-anaknya termasuk anak yang masih dalam kandungannya. Contoh keteladanan orang tua kepada anak yang masih dalam kandungan cukup hanya dengan memberikan sensasi-sensasi positif,dengan lembut penuh kasih sayang yang berorientasi kepada akhlak,seperti berbicara sopan, penuh rasa hormat, dan kasih sayang,mengharapkan anak-anak dalam kandungan responsif dan mengulang-ngulang latihan/sensasi tersebut, dengan rasa tenang dan senang.

                Dengan membiasakan langkah-langkah sederhana dalam berbagai materi yang dapat memberikan sensasi atau stimulasi di mana si Bayi didalam kandungan dapat menjawab atau meresponsnya, diharapkan si anak kelak dapat lebih banyak menerima dan meningkatkan minat dan keterampilan pada hal-hal yang baru. Seperti membiasakan dalam rutinitas shalat fardhu diawal waktu,  berpuasa sunnah, shalat qiyamul lail, mengaji dan banyak ibadah lain adalah suatu contoh keteladanan orang tua kepada anak sejak dalam kandungan. Dengan demikian berarti si anak tersebut telah terbiasa diajak belajar menjalani ibadah dalam rangka taqarrub kepada Allah Swt. Sehingga keadaan tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan daya kecerdasan otak dan sensitif terhadap suasana ilmiah si anak pralahir.

About Me