Ads 468x60px

Featured Posts

Translate

Ya Allah, Please meet us with Ramadhan Again next year.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Ramadhan telah menemani kita sebulan penuh. Tiba saatnya dia pergi. Walau berat, kita pun harus rela berpisah dengannya. Padahal, di bulan itu banyak kebaikan, rahmat, dan keberkahan yang ditawarkan. Di dalamnya, hamba Allah yang beriman, memiliki kesempatan besar mengejar ketertinggalan pahala pada hari-hari sebelumnya. Ia pun bisa mengubur dosa-dosa dan kesalahannya di hari-hari lalu. Bahkan, ada Lailatul Qadar, di mana satu malam lebih mulia dari seribu bulan. Amal kebaikan di dalamnya nilainya lebih baik daripada amal serupa dikerjakan selama seribu bulan yang tak ada Lailatul Qadar di dalamnya.

Subhanallah, anugerah besar bagi kaum mukminin. Namun, ternyata tak semua orang Islam bisa menyukurinya. Juga tak semua bisa sabar menahan diri dari kesibukannya terhadap dunia dan aktifitas dosa-dosa, guna mengisinya dengan meningkatkan ibadah, shaum, shalat, tilawah, sedekah dan lainnya. Sehingga saat Ramadhan pergi ia menjadi manusia yang merugi. Kenapa bisa? Karena ia tak mampu memetik pahala dan memanen ganjaran yang berlimpah. Bahkan kesalahan-kesalahannya tak juga dihapuskan, sedangkan dosa-dosanya belum jua diampuni.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah naik ke atas mimbar. Lalu beliau mengucapkan Amiin sebanyak tiga kali. Sebagian sahabat bertanya, "Engaku mengaminkan apa?" Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan jawabannya, salah satunya:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
"Amat merugi/hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya." (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami', no. 3510)

Ya, orang yang merugi adalah mereka yang dosanya belum terampuni setelah Ramadhan berlalu. Mereka itu yang boleh jadi berpuasa dan qiyamnya, namun di saat yang sama tak mampu meninggalkan berkata dusta, berbuat nista, menyia-nyiakan waktu dan kesempatan serta yang semisalnya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه
"Siapa yang tak meninggalkan berkata dan berbuat dusta serta perbuatan bodoh, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. al-Bukhari dan Abu Dawud dengan lafadz miliknya) ini merupakan kinayah/kiasan bahwa Allah tiak menerima puasa semacam itu, sebagaimana yang diutarakan Ibnu Bathal dalam Subulus Salam.

Tanda Sukses Ramadhan
Sesungguhnya orang yang gagal dalam mengarungi Ramadhan adalah mereka yang tak terbangun ketakwaan dalam dirinya. Padahal tujuan dan hikmah utama dari puasa Ramadhan agar agar pelakunya senantiasa bertakwa. Yakni bertakwa saat menjalankan puasa dan takwa itu berlanjut sesudahnya. Oleh sebab itu, kalimat yang digunakan dalam ayat shiyam adalah Fi'il Mudhari', kata kerja yang menunjukkan masa sekarang dan akan datang yang memiliki faidah lil istimrar (untuk sesuatu yang kontinyu). Artinya takwa itu berlanjut dan terjaga hingga sesudah Ramadhan berlalu.

Sesungguhnya balasan terbesar yang diberikan kepada hamba beriman dan beramal shalih adalah Allah memberinya petunjuk untuk mengerjakan amal shalih lainnya. Ini pula yang akan didapatkan orang yang diterima amal puasanya. Keterangan ini kita dapatkan dari balasan sabar, di mana orang yang sabar saat ditimpa musibah, ridha akan ketetapan Allah, dan berharap pahala atas musibah itu, maka Allah akan memberinya petunjuk.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya." (QS. Al-Thaghabun: 11)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat di atas, "Maksudnya: dan siapa yang ditimpa musibah, lalu ia menyadari itu terjadi dengan qadha' Allah dan qadar-Nya, lalu ia bersabar, berharap pahala, dan menerima dengan lapang terhadap ketetapan Allah itu, maka Allah beri petunjuk kepada hatinya dan memberikan ganti yang lebih baik dari dunia yang luput darinya dengan petunjuk dalam hatinya serta keyakinan yang benar. Boleh jadi, Allah memberi ganti dari apa yang telah diambil-Nya yang lebih baik darinya."

Cukup jelas dari ayat di atas, bersabar menjadi sebab datangnya petunjuk. Dan balasan terbaik dari kesabaran adalah dilimpahkannya petunjuk dari Allah Ta'ala. Sementara shaum dan sabar, ibarat dua mata uang yang tak bisa dipisahkan. Bahkan dalam pelaksanaan shaum terkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar dalam melaksanakan perintah Allah, sabar dalam meninggalkan larangan-Nya, dan sabar atas musibah yang datang dari-Nya. Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan benar maka Allah akan senantiasa melimpahkan hidayah kepada-Nya untuk menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan-larangan. Dengan kata lain, Allah akan membantunya untuk bertakwa kepada-Nya. Ini sangat selaras dengan tujuan dan hikmah puasa di atas.

“bersabar menjadi sebab datangnya petunjuk. Dan balasan terbaik dari kesabaran adalah dilimpahkannya petunjuk dari Allah Ta'ala.”

Hidayah Adalah Balasan Terbesar
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman;

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan." (QS. Yunus: 9)

Perpaduan antara iman dengan konsekuaensi dan tuntutannya, berupa amal shalih, -yang mancakup amal dzahir dan batin- yang dikerjakan dengan ikhlash dan mutaba'ah (mengikuti sunnah) akan menjadi sebab datangnya hidayah,

 "mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya".
Maksudnya: Dengan adanya iman yang benar dalam diri mereka tersebut, Allah membalas dengan pahala teragung untuk mereka, yaitu hidayah. Sehingga Allah mengajarkan kepada mereka apa saja yang berguna untuk mereka dan menganugerahkan amal-amal shalih yang menetas dari hidayah itu. Dengan hidayah tersebut, ia bisa memahami ayat-ayat Allah yang kauniyah maupun qur'aniyah.

Sementara dalam mengarungi hidup di dunia, ia terbimbing untuk meniti shirathal mustaqim dan komitmen di atasnya. Adapun hidayah yang akan diraihnya di akhirat, negeri pembalasan, ia terbimbing untuk meniti jalan yang menghantarkan ke Jannatun Na'im. Sehingga sempurnalah hidayah yang ia peroleh sebagai balasan dari keimanan yang berpadu dengan amal shalih tadi.
Dalam pelaksanaan shaum Ramadhan juga demikian, Allah panggil hamba-hamba-Nya yang akan dikenakan kewajiban shiyam dengan panggilan iman. Artinya, bahwa keimanan merekalah yang distimulun untuk menjalankan shiyam. Pembenaran mereka kepada Allah dan syariat-Nya yang penuh dengan hikmah dan kebaikan yang bidik agar mendorongnya untuk menegakkan perintah dan menjauhi larangan dalam pelaksanaan shiyam.

Allah Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Hadits tentang amal-amal Ramadhan juga menunjukkan, iman dan hanya berharap pahala kepada Allah semata menjadi syarat untuk mendapatkan pahala besar dan ampunan. Misalnya dalam Shahihain, syarat seseorang mendapatkan pahala berlipat tanpa batas karena ia meninggalkan kesenangan dan makannya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan dalam hadits di Shahihain lainnya, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sehingga dapat disimpulkan, kesuksesan seseorang dalam pelaksanaan shiyam Ramadhan adalah dengan ia mendapatkan hidayah dari Allah untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. Hamba Allah yang senantiasa dibimbing oleh hidayah Islam, dengan ia dipahamkan akan urusan dien dan diberi taufik untuk menjalankannya. Karena hidayah yang hakiki adalah yang mengandung dua hal ini; Ma'rifatul Haq Wal 'Amal Bihi (mengetahui kebenaran dan mengamalkannya).


Oleh karena itu, seseorang yang merugi sesudah Ramadhan pergi adalah siapa yang gagal dalam melaksanakan ibadah Ramadhan sehingga ia tak mendapat ampunan dosa dan tak mendapatkan hidayah yang membimbingnya untuk lebih baik dan bertakwa. Semoga Allah tidak menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang meruhi saat Ramadhan pergi. 

Ketika Ramadhan beranjak pergi "Ia berseru pada Umat Muhammad"

Assalamualaikum'wr.wb.
Selamat Pagi para Blogger Nusantara..Sambil menunggu waktu sahur di akhir Ramadhan ini,bagusnya kita menyimak pesan penting,apa yang disampaikan Bulan Suci Ramadhan ketika iya beranjak pergi.

Dengan lembut ia berkata “Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku untuk orang bernama Mukmin, Syawal akan tiba sebentar lagi, ajaklah Sabar untuk menemani hari-hari dukanya, peluklah Istiqomah saat dia kelelahan dalam perjalanan Taqwa, bersandarlah pada Tawadhu saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat Qur’an dan Sunnah di setiap masalah yang dihadapi, sampaikan pula salam dan terimakasih untuknya karena telah menyambutku dengan sukacita, kelak akan aku sambut di Surga dari pintu Ar-Royan.”

Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadhan, masih ada 1 hari terakhir untuk bercengkerama dengan Ramadhan.

Sebelum Kita membahas panjang lebar tentang Kebahagian Ramadhan dan pahala-pahalanya..saya (Sabilillah,MCs) Mewakila segenap keluarga Mengucapkan '"ELAMAT HARI RAYA IDIL FITRI" "MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN."

Ok.saya akan menulis beberapa hikmah Ramadhan...bagi kita Yang nama nya Puasa sudah barang pasti sangat lelah dan letih,haus beserta lapar,bukankah begitu?
heheh Tapi Sobat Muslim semua jangan khawatir dan bersikap Tenanglah, karena Allah sudah berjanji terhadap ummatnya,tentunya kita para kaum muslimin/islam. 

Firman Allah Dalam al-qur'an :“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al Baqarah: 183).

Beberapa Hadist Nabi yang menerangkan bagaimana Pahala Puasa di bulan Ramadhan:

Sebuah Hadist yang Diriwayatkan Imam Muslim: “Semua amalan bani adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya, Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan membalasnya.’ Dan bagi orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya. Benar-benar mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada harumnya misk.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan penuh pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” “ (HR Bukhori-Muslim).

Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka
izinkan aku memberi syafa’at kepadanya.’ Al-Qur`an berkata,Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya” (HR Ahmad)

Firman Allah : “Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 184).

Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW memberitahukan kepada kita kemuliaan lain dari orang yang berpuasa , beliau menyebutkan dengan lisannya yang mulia :

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.”(HR Bukhori Muslim)

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR Bukhori)

Dan masih banyak lagi Hadist-hadist Nabi mengenai kelebihan Puasa Ramadhan. Hadist diatas hanya beberapa saja,masih banyak hadist Nabi mengenai kelebihan orang yang berpuasa.

 =================
Alquran terdapat sekian banyak janji mulia dan istimewa yang ditawarkan Allah kepada orang-orang yang memiliki keimanan, baik janji-janji di dunia maupun janji-janji di akhirat.
Janji-janji akhirat yang diberikan bagi mereka yang beriman tidak terhitung jumlahnya dalam kitab suci itu karena amat banyak.

Adapun janji-janji di dunia yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam. Berikut ini adalah sepuluh janji di dunia itu.

Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT, "... Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS. Ar-Ruum: 47).

2. Diberikan advokasi atau pembelaan (ad-difa'). Allah SWT berfirman,”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber¬iman...” (QS. Al-Hajj:38).

3. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah). Allah SWT berfirman, ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman.... ” (QS. Al-Baqarah: 257).

4. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah). Didasarkan firman Allah SWT, ”... Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54).

5. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman,"Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.”(QS. An-Nisa.i : 141).

6. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang. Allah SWT berfirman, "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

7. Keberkahan dari langit dan bumi, seperti sumber daya alam yang melimpah serta rezeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman, "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raaf: 96).

8. Kemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman, ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

9. Kehidupan yang baik (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman,"Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau¬pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An- Nahl: 97).

10. Diberikan kemenangan (Al-fAth). Allah SWT berfirman, ”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang¬an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya.." (QS. Al-Maa'idah: 52).

" Dari Ibnu Umar r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Islam didirikan atas lima perkara: persaksian bahwa tiada ilah yang hak selain Allah dan bahwasanya Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, (melaksanakan) ibadah haji dan puasa Ramadhan". (HR: Bukhari )

Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW pada suatu hari berada di antara manusia (para sahabat) ketika malaikat Jibril datang dan bertanya: Apakah iman? Beliau bersabda: Kamu beriman kepada Allah , malaikatNya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan semua qadar, baik dan buruknya (HR: Jama'ah )

Barangsiapa yang tidak memiliki keimanan seperti yang tersebut di atas maka ia telah berada dalam kesesatan yang nyata. Firman Allah :

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. 4:136)

Bagi orang-orang yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan beramal shaleh, Allah menjanjikan kepada mereka beberapa hal, di antaranya:

1. Allah selalu memberi pertolongan kepada mereka. Firman Allah:

Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. 30:47)

Pertolongan Allah SWT akan datang kepada orang-orang yang beriman kapan dan di manapun berada. Pertolongan Allah SWT kepada mereka adalah suatu kemestian. Apalagi kalau mereka berdoa kepada-Nya di saat-saat yang genting. Seperti yang digambarkan dalam Firman Allah :

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :"Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut". (QS. 8:9)

Orang-orang yang beriman apabila telah mendapat pertolongan dari Allah bersyukur atas pertolongan yang telah diberikan-Nya. Berbeda dengan orang-orang yang tidak beriman, mereka setelah mendapatkan pertolongan dari Allah SWT justru mengingkari pertolongan yang telah diberikan-Nya. Firman Allah:

(Mereka berkata):"Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. 10:22)

Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 10:23)

2. Allah akan memberikan kehidupan yang baik kepada orang-orang yang beriman. 

Firman Allah:

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16:97)

Ini adalah janji yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yaitu amal ibadah yang berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah . Allah akan memberikan kepada mereka kehidupan yang baik di dunia dan memberikan kepadanya pahala yang terbaik pula pada hari qiyamat nanti. Kehidupan yang baik adalah kalimat umum yang mencakup segala jenis kenikmatan yang memberikan ketentraman hati, baik di dunia maupun di akhirat.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar. bahwasanya Rasululah bersabda:
"Sungguh beruntung orang yang beragama islam dan diberi rizki dengan cukup dan bersifat qana'ah (merasa cukup) dengan apa yang diberikan kepadanya".(HR: Muslim dan Ahmad )

Dalam hadits yang lain Anas bin Malik. berkata: Rasululah bersabda: 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mendzalimi seorang mukmin walau hanya satu kebaikan, diberikan dengannya (kebaikan) di dunia dan diberi pahala kepadanya di akhirat. Adapun orang kafir maka diberi makan dengan kebaikannya di dunia sehingga ketika ia telah sampai di akhirat tiadalah kebaikan ( yang dilakukan selama di dunia ) diberikan kepadanya dengan balasan yang baik".(HR: Muslim )

3. Allah  akan selalu membela orang-orang yang beriman.

 Allah berjanji akan selalu melindungi dan membela terhadap hamba-hambanya yang beriman dan bertawakkal kepadaNya serta selalu kembali kepadaNya dalam segala hal. Dia kan selalu memelihara mereka dari perbuatan jahat orang-orang yang jahat dan dari tipu daya orang-orang yang fasik. Setiap kali mereka ingin melakukan tipu muslihat terhadap orang-orang yang beriman Allah SWT akan melindungi orang-orang yang mereka.

4. Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang beriman. 

Firman Allah :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik. (QS. 24:55)



About Me

My Photo

Kita Ditugaskan untuk berusaha bukan untuk berhasil.