Ads 468x60px

Featured Posts

Translate

Kiamat Terjadi pada Hari Jum’at "Hati-hati,Kebetulan malam tahun baru 2016 jatuh pada malam jum'at

Hari Jum’at adalah hari yang utama dalam sepekan. Pada hari tersebut ada kejadian-kejadian besar, di antaranya adalah terjadinya kiamat.  Juga pada hari tersebut Adam diciptakan, di hari itu pula beliau dimasukkan dalam surga, juga pada hari tersebut beliau dikeluarkan dari surga.
Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ
Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan.” (HR. Abu Daud no. 1047, An Nasai no. 1374, Ibnu Majah no. 1085 dan Ahmad 4: 8. Hadits ini shahihkata Syaikh Al Albani)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR.  Muslim no. 854).
Beberapa faedah dari hadits di atas:
1- Hadits di atas menyebutkan keistimewaan hari Jum’at dibanding hari-hari lainnya. Hari Jum’at adalah hari terbaik dalam sepekan. Sedangkan hari Arofah adalah hari terbaik dalam setahun.
2- Dalam hadits di atas tidak semuanya menyebutkan keutamaan hari Jum’at. Mengenai keluarnya Adam dari surga dan terjadinya kiamat tidaklah teranggap sebagai keutamaan hari Jum’at namun menceritakan mengenai perkara besar yang nanti akan terjadi. Demikian penjelasan Al Qodhi ‘Iyadh.
3- Hadits tersebut menunjukkan bahwa seorang hamba di hari Jum’at hendaklah mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sholih supaya mendapatkan rahmat Allah dan tercegah dari murka Allah. Demikian juga penjelasan dari Al Qodhi ‘Iyadh.
4- Hari kiamat disegerakan sebagai balasan bagi para nabi, shiddiqin, para wali Allah dan selainnya, juga untuk menampakkan karomah dan kemuliaan mereka.
(Disarikan dari Syarh Muslim, Imam Nawawi, 6: 142)
Namun kapan tanggal pasti kiamat itu datang, tidak ada yang mengetahuinya.
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63)

Maulid Nabi dan Kisah Abu Lahab. (Maulid tidak Bid'ah).

Kisah Peringanan Azhab Abu Lahab Pada Hari Senin

Siapa yang merayakan Hari kelahiran Nabi Muhammad,Maka Kita akan diringankan Azhab Allah..
Para ulama ilmu hadis, seperti Imam Bukhoriy, al Hafidz Ibnu Hajar, al Hafidz Ibnu Katsir, al-Hafidz al-Baihaqiy, al-Hafidz al-Baghowiy, Imam Son'aniy dan yang lainnya di dalam kitab-kitab hadis dan siroh yang mereka tulis menyebutakan: bahwa Sahabat Abas bin Abdil Mutholib bermimpi bertemu Abu Lahab yang telah wafat, dan Sahabt Abas bertanya tentang keadaannya, Abu Lahab menjawab: bahwa dirinya terus disiksa di kubur, tapi untuk hari senin siksanya diringankan disebabkan dia sewaktu hidup pernah memerdekakan budak karena dia merasa bergembira waktu Nabi saw. lahir.  Al-Hafidz Syamsyudiin as-Dimsiqiy setelah mendengar cerita ini dia menulis sebuah syair:


Jika Abu Lahab yang kafir  ini telah jelas celanya
 dan merugi di neraka untuk selamanya
Datang baginya setiap hari  senin tuk selamanya
 ringan adzab dikarenakan dia  senang dengan kelahiran Ahmad
Lalu apa diduga,  dengan hamba yang hidupnya
bahagia sebab Ahmad dan mati keadaan bertauhid?.
 (lMarud as-Shoodiy fi Mauludi al Hadiy)

Dapat difahami dari cerita dan syair tersebut, bahwa ekpresi kebahagiaan atas lahirnya Nabi Muhammad-pun mampu menurunkan rahmat Allah  kepada paman Nabi Muhammad, Abu Lahab yang kafir, lalu bagaimana dengan kita yang  muslim yang selalu senang dan bahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad!. Dan jika kita mau merenungi kenapa Nabi Muhammad tidak membuat perayaan maulid, sebenarnya hal itu juga adalah rahmat bagi kita, karena dengan ini kita dapat mengekpresikan kebahagiaan Maulid Nabi dengan jenis ibadah yang sesui kemampuan kita dan dengan hati suka rela. Karena jika telah jelas perintah dari agama agar kita bersyukur dan begembira dengan rahmat Allah, tapi agama tidak merinci bagaimana caranya atau ekspreksi secara khusus, maka dengan ini kita dapat melaksanakannya dengan cara kita sendiri, selama tetap sesui dengan nilai-nilai ketaatan, dan hal semacam inilah pulalah yang telah kita ketahui dari cerita-cerita para sahabat Nabi dan kaum Yahudi yang mengekpresikan sikap sukurnya dengan ibadah yang bebeda-beda tanpa bertanya dulu kepada Nabi, tapi semuanaya disetujui oleh Nabi. Dan telah menjadi sifat rahmat Nabi kepada umatnya bahwa beliu sering meniggalkan amal karena khawatir akan dikira amal itu wajib, dan nanti akan memberatkan umatnya, karena banyaknya kewajiban, yang sebenarya amal tersebut boleh dilakukan. Seperti dijelaskan para ulama di dalam ilmu Ushul Fiqih, Nabi tidak melakukan suatu amal secara rutin(muwadhobah) untuk memberi tahu bahwa amal itu tidak wajib, tapi sunah, dan Nabi meninggalkan amal yang boleh dilakukan(mubah) agar tidak dikira amal itu sunah atau wajib.(M. Sulaiman al-Asqor, Af'alul Rasul. Hal. 54).Wallahu a'lam bi showab.

Suatu hari, Senin, Tsuwaibah datang kepada tuannya Abu Lahab seraya memberikan kabar tentang kelahiran bayi mungil bernama Muhammad, keponakan barunya. Abu Lahab pun bersuka cita.

Ia melompat-lompat riang gembira seraya meneriakkan kata-kata pujian atas kelahiran keponakannya tersebut sepanjang jalan.

Sebagai bentuk luapan kegembiraan, ia segera mengundang tetangga-tetangga dan para kerabat dekatnya untuk merayakan kelahiran keponakan tercintanya ini: Bayi laki-laki yang mungil, lucu, sempurna.

Tidak cukup sampai di situ. Sebagai penanda suka citanya, ia berkata kepada budaknya Tsuwaibah di hadapan khalayak ramai yang mendatangi undangan perayaan kelahiran keponakannya, ”Wahai Tsuwaibah, sebagai tanda syukurku atas kelahiran keponakanku, anak dari saudara laki-lakiku Abdullah, maka dengan ini kamu adalah lelaki merdeka mulai hari ini.

Demikian dikisahkan dalam kitab Shahih Bukhari. Ini pada hari Senin pada satu tahun yang kemudian dikenal dengan Tahun Gajah.

Kelak Abu Lahab tampil menjadi salah satu musuh Muhammad SAW dalam berdakwah. Bahkan sosoknya yang antagonis dikecam dalam satu surat tersendiri dalam Al-Qur'an. Ia ingkar terhadap risalah kenabian.
Namun karena ekspresi kegembiraannya menyambut kelahiran keponakannya, menurut satu riwayat, Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa kubur, yakni pada setiap hari Senin.

  Abu Lahab merupakan paman Nabi Muhammad saw… Nama aslinya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muttalib. Abu Lahab adalah saudara dari Nabi Muhammad saw.. Nama Abdul Uzza sama dengan salah satu nama berhala yang disembah oleh orang – orang kafir Quraisy.
                  Abu Lahab sangat menentang dakwah Nabi Muhammad saw. Dan para pengikutnya. Dia selalu menyuarakan kepada siapa saja yang ditemuinya dengan menjelek – jelekan Nabi Muhammad saw. Kata – kata yang isinya menjelek-jelekan Nabi Muhammad saw. Tersebut, antara lain
1. jangan dengarkan perkataan Muhammad
2. Muhammad itu pendusta dan penipu
3. Muhammad itu tukang sihir, serta
4. Muhammad itu Majnun ( gila )
              
 Abu Lahab selalu mengikuti atau membuntuti kemana saja Nabi Muhammad saw. Pergi usaha Abu Lahab menentang dan mengganggu dakwah Nabi Muhammad saw. Tersebut dibantu ioleh istrinya yang bernama Ummu Jamil, nama aslinya Arwa. Dijuluki Ummu Jamil sebab berwajah sangat cantik. Ia membantu suaminya dengan cara menyebarkan fitnah terhadap Nabi Muhammad saw. Supaya orang – orang tidak percaya kepada beliau suatu hari Nabi Muhammad saw. Berdiri diatas bukit Safa sambil mengajak semua orang kepada tauhid dan Iman kepada risalah beliau serta Iman kepada hari akhir. Hal ini dilakukan Nabi Muhammad saw. Setelah beliau merasa yakin terhadap janji pamannya,  Abu Tholib yang akan selalu melindungi beliau dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT.
              
Abu Lahab yang turutber kumpul dan mendengarkan berkata, “ celakalah engkau untuk selama-lamanya, untuk inikah engkau mengumpulkan kami ? “ kemudian, turun surah Al-Lahab yang menjelaskan tentang kisah Abu Lahab.
              
Suatu hari saat Nabi Muhammad menakut-nakuti keluarga Abu Lahab dengan siksa neraka Abu Lahab berkata, “ jika apa yang dikatakan oleh anak saudaraku itu benar maka akan saya tebus dengan hartaku dan anakku. “ Abu Lahab memiliki tiga anak laki – laki, yaitu Utbah, Ma’tab, dan Utaibah. Utbah dan Ma’tab masuk Islam, sedangkan Utaibah tidak.
              
Utbah dan Utaibah menjadi menantu Rasullah saw. Utbah menikahi Ruqayah dan Utaibah menikahi Ummi Kulsum. Setelah turun surat Al –Lahab, Abu Lahab berkata pada kedua anaknya, “ antara aku dan kamu berdua haram jika kamu tidak menceraikan anak Muhammad. “ saat Utaibah pergi ke Syam bersama Abu Lahab, mereka singgah ketempat Nabi Muhammad saw. Dan mengejek serta menghina beliau. Utaibah berkata, “ saya tidak akan percaya lagi pada apa yang kamu sampaikan ( sambil meludah dan menceraikan anaknya ).” Saat itu juga Nabi Muhammad saw.marah dan berdo’a, “ semoga ia dimangsa oleh anjingmu, ya Allah.selang beberapa saat Utaibah diterkam oleh serigala.
              
Kira – kira tujuh hari setelah perang badan, Abu Lahab menderita sakit keras, menjijikan, dan membuat orang lain takut tertular. Tidak ada satupun orang yang berani mendekatinya, termasuk keluarganya sendiri. Kemudian, diputuskan untuk menguburnya hidup-hidup dengan cara mendorngnya keliang kubur (yang sudah disiapkan) dengan tongkat. Mereka tidak berani memegangtubuhnya karena takut tertular penyakit. Setelah masuk, liang kubur ditutup dengan cara dilempar dengan tanah dari kejauhan.

B. Kisah Abu Jahal
              
Nama asli Abu Jahal adalah Amr bin Hisyam atau Abu Hakam bin Hisyam. Abu Jahal artinya orang yang sangat bodoh. Mengapa begitu? Karena ia merupakan orang yang sangat pintar dan mengetahui kebenaran, tetapi tidak mau mengetahui kebenaran itu. Abu JAhal termasuk orang kafir yang pandai berkelahi memainkan pedang, gagah berani, bertubuh kekar, dan namanya terkenal dikalangan kafir Quraisy.
              
Abu Jahal memiliki sifat seperti Umar bin Khattab. Kedua orang ini masuk dalam doanya Nabi Muhammad saw.. beliau berdoa, “ Ya Allah, kuatkanlah Islam ini dengan salah satu dari dua Umar.” Dua Umar yang dimaksud adalah Umar bin Khattab dan Amr bin Hisyam ( Abu Jahal ). Ternyata Allah SWT mengabulkan doa beliau dengan masuknya Umar bin Khattab ke agama Islam.
              
Sejak usia remaja, Abu Jahal telah membenci Nabi Muhammad saw.. Abu Jahal senantiasa mengolok-olok beliau. Menurut sebuah riwayat,  Abu Jahal pernah  melamar Khadijah binti Khuwailid, tetapi Khadijah menolak lamaran tersebut. Beberapa bulan kemudian, Nabi Muhammad saw. Meminang Khadijah dan lagsung diterima. Mengetahui hal tersebut, Abu Jahal semakin dengki kepada Nabi Muhammad saw.. Abu Jahal juga pernah menyiksa dua orang yang masuk islam, yaitu Yasir dan Sumayyah.
              
Islam semakin berkembang di Mekah. Tekanan yang dilakukan kafir Quraisy tidak membuat Nabi Muhammad saw. Dan para pengikutnya menyebarkan agama Islam. Justru mereka semakin sabar dan teguh pendirian. Mereka merencarakan mempertemukan Nabi Muhammad saw. Dengan para pembesar kafir Quraisy dari tiap – tiap suku.
              
Abu Jahal bertemu dengan Rasulullah saw..Abu Jahal berkata, “ Wahai Muhammad, berhentilah dari mencaci maki tuhan-tuhan kami. Jika tidak maka kami akan mencaci maki tuhanmu yang kamu sembah!” berkaitan dengan hal tersebut, Allah SWT. Berfirman dalam Al an’am ayat 108. Sejak turunnya ayat tersebut, Rasulullah saw. Tidak pernah mencaci maki lagi. Beliau mulai menyeru meraka untuk beriman kepada untuk beriman kepada Allah SWT..
              
Abu Jahal akhirnya mati terbunuh ketika terjadi Perang Badar. Abu Jahal dibunuh oleh Mu’as bin Amr Al Jamuh dan Mu’awwid bin Afra. Kemudian, Rasullah saw. Memberikan harta  Abu Jahal yang dibawa perang kepada kedua pemuda tersebut.

C. Kisah Musailamah Al Kazz
              
Nama asli Musailamah Al Kazzab adalah  Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib bin Harist. Dia berasal dari Bani Hanifah yang mendiami daerah Yamamah. Suatu ketika, Musailamah bersama rombongannya sebagai utusan Bani Hanifah datang menghadap Rasulullah saw. Di Madinah dan menyatakan memeluk Islam. Namun sekembalinya dari Madinah, dia berbalik menjadi kafir (murtad). Bahkan dia mendakwahkan diri sebagai nabi. Sejak saat itu, Musailamah diberi julukan Al Kazzab yang berarti pendusta atau pembohong.
              
Musailamah telah mengaku menjadi nabi semenjak Rasulullah saw. Masih hidup. Setelah Rasulullah saw. Wafat, peluang Musailamah dan pengikutnya untuk menghancurkan Oslam semakin terbuka. Puncaknya terjadi pada masa Kholifah Abu Bakar As siddiq. Banyak orang yang mengaku sebagai nabi dan banyak pula kaum muslimin yang murtad.
              
Abu Bakar didukung oleh kaum muslimin segera memerangi semua golongan tersebut sebelumnya Abu Bakar sudah mengirim surat terlebbih dahulu untuk menyeru pada jalan yang lurus. Akan tetapi, Musailamah dan pengikutnya tetap dalam kesesatan. Akhirnya, pecahlah Perang Riddah. Awalnya Abu Bakar dua kali mengirim pasukan Islam dibawah Pimpinan Ikrimah bin Abu Jahal dan Syurahbil binHasanah. Namun, keduanya bertindak gegabah sehingga dapat dikalahkan oleh pasukan Musailamah.
              
Abu Bakar kembali mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Kholid bin Walid untuk memerangi Musailamah dan pengikutnya. Kholid bin Walid adalah panglima perang Islam yang paling hebat. Pada bulan syawal 11 Hijriah terjadilah pertempuran sengit antara pasukan Musailamah. Pertempuran itu dikenal dengan pertempuran Akraba. Pasukan Islam dibawah pimpinan Khalid bin Walid berhasil mengalahkan pasukan Musailamah. Musailamah sendiri terbunuh oleh Wahsyi bin Harb. Dipihak kaum muslimin gugur sekitar 700 Syuhada. Diantara mereka terdapat sahabat Nabi Muhammad saw.. dan para penghafal Al-Qur’an

(Kisah Seorang Ahli Neraka Yang Mendapatkan Keringanan Siksa Karena Bergembira Atas Kelahiran Rasulullah SAW)

Peringatan Maulid Rasulullah SAW tidak lain adalah untuk memantulkan kegembiraan kaum Muslimin menyambut dilahirkannya Rasulullah SAW. Bahkan tidak hanya umat Muslim saja yang bergembira, Abu Lahab pun bergembira dengan kelahiran Rasulullah SAW. Ia meluapkan kegembiraannya dengan cara memerdekakan hamba sahayanya yang bernama Tsuwaibah Al Aslammiyyah (yang kemudian menjadi ibu susu Rasulullah SAW sebelum Rasulullah SAW disusui oleh Halimah Assa’adiyyah).

Abu Lahab bernama asli Abdu Uzza bin Abdul Muthalib, saudara dari Abdullah ayah Rasulullah SAW. Meskipun termasuk keluarga dekat Rasulullah SAW, dia dan istrinya, Ummu Jamil Hindun binti Harb, amat memusuhi Rasulullah SAW dan dakwahnya. Saking kerasnya mereka berdua menentang Rasulullah SAW, sampai-sampai ketika di dunia pun mereka telah dicap sebagai ahli neraka. Allah SWT berfirman “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.” (QS. Al Lahab : 1-3)

Hal itu terkait sebagaimana yang terdapat dalam suatu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa suatu ketika Rasulullah SAW naik ke bukit Shafa sambil berseru, “Mari berkumpul pada pagi hari ini.” Maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah SAW bersabda, “Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku?” Kaum Quraisy menjawab, “Pasti kami percaya, sebab tidak kami dapati engkau berdusta.” Rasulullah SAW bersabda, “Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dahsyat akan datang.” Berkatalah Abu Lahab, “Celaka engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami?” Maka turunlah ayat diatas (QS. Al Lahab : 1-3) berkenaan dengan peristiwa yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan terkena kepada orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah.

Abu Lahab yang dalam Al Qur’an telah dicap sebagai ahli neraka ternyata masih mendapatkan keringanan dari Allah SWT atas siksanya. Setiap hari Senin (karena merupakan hari kelahiran Raslullah SAW), Abu Lahab mendapatkan keringanan siksanya di neraka karena pada saat kelahiran Rasulullah SAW dia merasa gembira dengan memerdekakan hamba sahayanya. Masya Allah. Jika Abu Lahab saja yang ahli neraka masih dapat mendapatkan keringanan siksa neraka karena pernah satu kali bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW,alu bagaimanakah dengan orang yang sepanjang hidupnya bergembira dengan kelahiran Rasulullah SAW dan mati dalam keadaan Islam? Sangat mustahil bagi Allah SWT untuk tidak menepati janji-Nya.

Nah..kita sendiri yang pengikut setia Muhammad,harus merayakan hari kelahirannya,setidaknya kita diberikan keringanan azhab di kahirat,krn kita bahagia atas kelahiran Nabi kita Muhammad SAW. semoga bermanfaat. by pak belalang.

Sumber : Hauhal Ihtifal bil Mauliddin Nabawi Asy Syarif
Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani

About Me

My Photo

Kita Ditugaskan untuk berusaha bukan untuk berhasil.