Ads 468x60px

Featured Posts

Translate

Dosakah Istri,Apabila Menjilat atau Mengisap “Punya suami”?

Islam bukan agama yang mengkebiri nafsu syahwat manusia, begitupula bukan agama yang memperbolehkan pemeluknya untuk mengumbar nafsu syahwat. Akan tetapi iamemberikan jalan penyaluran nafsu syahwat melalui jalan yang benar yaitu pernikahan. Walaupun pernikahan dalam Islam tidak dipandang dari segi seksualnya saja. Bahkan lebihdari itu, ia pun dianggap sebagai salah satu pintu untuk menuju kesempurnaan dan kebahagiaan yang ingin dicapai oleh manusia.

Setelah mereka memasuki kehidupan berumah tangga, maka peranan kedua orang tua semakin terasa. Dalam benak setiap pasangan, mungkin seringkali ada pertanyaan dalam pengajian terbatas (halakah), bolehkah seorang suami mencumbui hal palingrahasiaistrinya, yakni organ intim?

“Para istri kalian adalah pakaian bagi kalian, dan kalian adalah pakaian bagi istri kalian.” (Q.S. Al-Baqarah:187)
Allah juga berfirman,

“Para istri kalian adalah ladang bagi kalian. Karena itu, datangilah ladang kalian, dengancara yang kalian sukai.” (Q.S. Al-Baqarah:223)

Hanya saja, ada dua hal yang perlu diperhatikan:

Menjauhi cara yang dilarang dalam syariat, di antaranya: (1) Menggauli istri di duburnya; (2) Melakukan hubungan badan ketika sang istri sedang “datang bulan”. Kedua perbuatan ini termasuk dosa besar.

Hendaknya dalam koridor menjaga adab-adab Islam dan tidak menyimpang dari fitrah yang lurus.

Tentang menghisap atau menjilati “Itunya” pasangan, tidak terdapat dalil tegas
yang melarangnya. Hanya saja, perbuatan ini bertentangan dengan fitrah yang lurus dan adab Islam. Betapa tidak, “Itunya”, yang menjadi tempat keluarnya benda najis,

bagaimana mungkin akan ditempelkan di lidah, yang merupakan bagian anggota badanyang mulia, yang digunakan untuk berzikir dan membaca Alquran?

Oleh karena itu, selayaknya tindakan tersebut ditinggalkan, dalam rangka:

Maksud ayat adalah Allah mencintai orang menjaga diri dari segala sesuatu yang kotor dan mengganggu. Termasuk sesuatu yang kotor adalah benda najis, seperti: madzi. Sementara, kita sadar bahwa, dalam kondisi semacam ini, tidak mungkin jika madzi tidak keluar. Padahal, benda-benda semacam ini tidak selayaknya disentuhkan ke bibir atau ke lidah. Allahu alam. (Disarikan dari Fatawa Syabakah Islamiyah)

Semoga bermanfaat dan menjawab keraguan terhadap boleh tidaknya mengisap atau Menjilat “Itunya” Suami./Islam

APAKAH ORANG-ORANG BAIK DI LUAR ISLAM AKAN MASUK SURGA ?

Apakah Orang-Orang baik diluar Agama Islam akan masuk Syurga??!!

Sebelum kita membahasnya, kita harus tahu definisi neraka. Ketika Allah menciptakan neraka, dia berfirman:

“Wahai Jibril, pergi dan lihatlah neraka ciptaan-Ku.”

 Dan malaikat Jibril pergi untuk melihat neraka, kemudian dia kembali kepada Allah dan berkata:

“Ya Allah, siapapun yang pernah mendengar tentang neraka, mereka tentu tidak akan pernah masuk ke dalamnya.”

Kemudian Allah menciptakan godaan dan kesenangan menyelubungi neraka, dan Allah berfirman kepada Jibril:

 “Sekarang pergi dan lihatlah neraka ciptaan-Ku.”

Dan Jibril pergi dan kembali kemudian berkata:

“Ya Allah aku takut bahwa tidak ada seorangpun yang akan lolos dari neraka.”

Neraka adalah tempat yang amat panas, orang-orang akan menangis karena sangat kehausan, mereka menangis karena minta minum untuk menyegarkan mereka, dan mereka akan diberikan minuman. Tapi minuman itu adalah air mendidih yang akan merusak wajah dan membakar isi perut mereka. Dan mereka akan minum dari sungai yang dibuat dari nanah para penghuni neraka. Luka para penghuni neraka akan mengalirkan nanah yang berkumpul dan membentuk sebuah sungai, dan inilah yang mereka minum.

Makanan mereka berasal dari pohon zaqum yang buahnya seperti kepala iblis. Buah ini amat pahit, orang-orang tidak bisa memakannya, tapi mereka akan memaksakan diri untuk memakannya, karena tidak ada makanan lagi di neraka.

Hukuman teringan di neraka adalah orang yang mengenakan sepasang sendal dari api dan otaknya mendidih. Dan dia berpikir bahwa hukumannya yang paling berat tapi sebenarnya dia mendapat hukuman yang paling ringan.

Inilah api neraka yang telah diciptakan Allah S.W.T. untuk menghukum orang-orang yang tidak taat kepada-Nya. Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an :

“Hari ini Aku lengkapi bagimu agamamu ( yaitu Islam ), dan Aku sempurnakan bagimu akan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agamamu “(Qs Al Maidah : 3 )

Dan siapapun yang memilih keyakinan selain Islam, maka tidak akan diterima. Di kehidupan akhirat, mereka adalah golongan yang merugi.

Dan seseorang mungkin berkata :

“Apa yang pernah dilakukan seseorang sehingga mereka pantas mendapatkan hukuman yang begitu pedih? Bagaimana mungkin orang-orang ini, yang telah melakukan banyak kebaikan dalam hidup mereka nantinya akan dibakar dalam neraka?”

Ada orang baik banget, anti korupsi, bangun masjid, rajin sedekah sampe hidupnya sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak, terus meninggal dan dia bukan Muslim, masuk mana?"

·         "Neraka!"
Ø  "Lah? Kan dia orang baik. Kenapa masuk neraka?"
·         "Karena dia bukan Muslim."
Ø  "Tapi dia orang baik. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga. Malah bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaik itu dimasukin neraka juga."
·         "Allah tidak jahat, hanya adil."
Ø  "Adil darimana?"
·         "Kamu sekolahnya apa?"
Ø  "Saya mah Master Sains lulusan US. Kenapa?"
·         "Kenapa kamu bisa dapat titel Master Sains dari US?"
Ø  "Ya karena kemaren saya kuliah di sana, diwisuda di sana."
·         "Namamu terdaftar di sana? Kamu mendaftar?"
Ø  "Ya jelas dong , ini ijazah juga masih basah."
·         "Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang ke sana, hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan dapat ijazah?"
Ø  "Jelas nggak, itu namanya mahasiswa ilegal. Sekalipun dia pintar, dia nggak terdaftar sebagai mahasiswa. Kampus saya mah ketat soal aturan gituan."
·         "Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak mendaftar?"
Ø  "Ya nggak jahat sih, itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar, konsekwensinya ya nggak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus."
·         "Nah, kalau kampusmu saja ada aturan, apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan ijazah, dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran awalnya. Tanpa pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan keadilan."
         
Firman Allah:
“Hari ini Aku lengkapi bagimu agamamu ( yaitu Islam ), dan Aku sempurnakan bagimu akan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agamamu “(Qs Al Maidah : 3 )


Sebenarnya apa yang membuat seseorang dikatakan baik? Salah satu hal yang paling penting adalah niatmu. Dengan apa dan untuk tujuan apa kau melakukan sesuatu?

Dalam Islam, sesuatu dikatakan baik hanya ketika perbuatan itu diniatkan untuk Allah S.W.T.  dan dilakukan dengan tulus, untuk mengharapkan hadiah dari Allah yaitu surga-Nya dan takut kepada hukuman Allah.

Tapi kita sebagai umat muslim, kita melakukan kebaikan dengan tulus hanya untuk mendapat kasih sayang Allah. Bahkan ada sesuatu yang Allah perintahkan kepada kita, meskipun mungkin kita tidak menyukainya. Bukanlah suatu masalah, entah apakah kita menyukainya atau tidak. Untuk umat muslim, tujuannya hanyalah untuk menyenangkan Allah.

Jadi niat kita haruslah benar. Tapi bukan hanya itu saja. Amalan itu juga harus benar. Artinya amalan itu juga harus dilakukan berdasarkan syariah, menurut hukum yang telah Allah S.W.T. berikan kepada kita dalam Al-Qur’an dan menurut suri tauladan Nabi Muhammad S.A.W.

Jadi kita memerlukan kedua hal ini: niat yang tulus dan tindakannya juga harus benar. Hanya ketika dua hal ini benar, maka amalan yang kita lakukan adalah amalan yang baik. Jika niatku tulus tapi tindakanku tidak berdasarkan Islam, maka Allah tidak akan menerimanya. Jika tindakannya benar dan dilakukan berdasarkan Islam tapi aku melakukannya untuk menyombongkan diri, maka amalan itu tidak akan diterima. Jadi harus dengan tulus dan tindakannya benar.

About Me

My Photo

Kita Ditugaskan untuk berusaha bukan untuk berhasil.